Selasa, 27 Oktober 2015

sejarah penggunaan simplisia

Sejarah Penggunaan Simplisia

Penggunaan tanaman sebagai obat-obatan telah sejak berlangsung ribuan tahun yang lalu. Para ahli kesehatan bangsa Mesir kuno pada 2500 tahun sebelum masehi telah menggunakan tanaman obat-obatan. Sejumlah besar resep penggunaan produk tanaman untuk pengobatan berbagai penyakit, gejala-gejala penyakit dan diagnosanya tercantum dalam Papyrus Ehers.
Bangsa Yunani kuno juga banyak menyimpan catatan mengenai penggunaan tanaman obat yaitu Hyppocrates (466 tahun sebelum masehi), Theophrastus (372 tahun sebelum masehi) dan Pedanios Dioscorides (100 tahun sebelum masehi) membuat himpunan keterangan terinci mengenai ribuan tanaman obat dalam De Materia Medica.
Di Indonesia, peKhasiatan tanaman sebagai obat-obatan juga telah berlangsung ribuan tahun yang lalu. Tetapi penggunaan belum terdokumentasi dengan baik. Pada pertengahan abad ke XVII seorang botanikus bernama Jacobus Rontius (1592 – 1631) mengumumkan khasiat tumbuh-tumbuhan dalam bukunya De Indiae Untriusquere Naturali et Medica. Meskipun hanya 60 jenis tumbuh-tumbuhan yang diteliti, tetapi buku ini merupakan dasar dari penelitian tumbuh-tumbuhan obat oleh N.A. van Rheede tot Draakestein (1637 – 1691) dalam bukunya Hortus Indicus Malabaricus. Pada tahun 1888 di Bogor didirikan Chemis Pharmacologisch Laboratorium sebagai bagian dari Kebun Raya Bogor dengan tujuan menyelidiki bahan-bahan atau zat-zat yang terdapat dalam tumbuh-tumbuhan yang dapat digunakan untuk obat-obatan. Selanjutnya penelitian dan publikasi mengenai khasiat tanaman obat-obatan semakin berkembang.

Jenis-jenis Simplisia dan Manfaatnya 1. Simplisia Daun a. Kucing-Kucingan (Acalypha indica L)
b. Bandotan (Ageratum conyzoides)
c. Lidah Buaya (Aloe Vera L)
d. Patikan Kebo (Euphorbia hirta L)
e. Rumput Mutiara (Hedyotis corymbosa)
f. Tapak Kuda (Ipomoea Batatas)
g. Daun Sirih (Piper betle L)
h. Kremi (Portulaca quadrifida L.)

2. Simplisia Buah
a. Mahkota dewa (Phaleria macrocarpa (Scheff) Boerl.)
b. Mengkudu (Morinda Citrifolia L.)
c. Buah Naga (Hylocereus undatus (Haw.)Britt.Et R)
d. Jambu Biji (P. Guajava L.)
e. Nangka (Artocarpus Heterophyllus Lam)
f. Kesemek (Diospyros Kaki Thunb.)
g. Nanas (Ananas Cumosus L. Merr)
h. Kepel (Stelechocarpus burahol)

3. Simplisia Biji a. Lada (Piper nigrum L.)
b. Kopi (Coffea Arabica L.)
c. Biji Bunga Matahari (Helianthus Annus L.)
d. Pinang (Areca Catechu L.)
e. Kapulaga (Elettaria cardamomum (L.) Maton.)
f. Kola (Cola acuminata Schott et Endl.)
g. Mahoni (Swietenia Mahogany Jacq.)
h. Petai China (Leucaena Leucocephala, Lmk. De wit.)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar